Trik Untuk Mengalahkan Tantangan Pada Bisnis Kamu

Mengerjakan usaha baru pastinya banyak tantangan yang perlu dihadapi. Berdasarkan Mike Michalowicz, pengarang buku “Keuntungan First: A Simple System to Transform Any Business From a Cash-Eating Monster to a Money-Making Machine”. Salah satu penyebab runtuhnya usaha baru yang sedang berkembang ialah manajemen arus kas yang keliru dan hal selanjutnya berjalan di pelbagai macam industri. Meski banyak orang menceritakan bahwa pebisnis ialah orang-orang yang paling suka di jagad raya. Tetap tersedia satu hal yang perlu dicamkan oleh para penguasaha, bahwa usaha yang Anda lakukan amat bergantung terhadap arus kas yang sehat.

Dailyworth mencatat, tersedia lima bidang usaha bersama dengan tingkat kegagalan paling tinggi di dunia. Tapi, kali ini kita dapat membicarakan bagaimana melalui dilema itu berdasarkan panduan dari pemilik usaha yang berhasil menjaga laju usaha mereka. Pernasaran? Ini ia.

1. Bidang Komunikasi dan Public Relations

Dari sebuah penelitian, usaha bidang Komunikasi dan PR sebenarnnya membawa 47 persen peluang untuk bertahan terhadap lima tahun awal usaha berjalan. Berdasarkan Inna Shamis Lapin, bos the Avant Garde Communications Group yang berhasil menggaet klien ternama layaknya Martha Stewart, Vogue, Elle Décor, dan lainnya. Butuh kecakapan komunikasi yang unggul dari pelaku industri komunikasi dan PR untuk terus-menerus bertahan.

Pekerjaan hubungan penduduk bergantung terhadap pelbagai elemen yang tidak terprediksi, layaknya sementara pemasaran, pesan dan kesan, tren, perubahan tempat massa dan sebagainya. Sehingga perusahaan tidak sanggup menanggung penuh hasil yang dicapai atas jasa mereka. Dalam hal ini, komunikasi untuk memasarkan jasa dan lakukan deal usaha bersama dengan pelanggan ialah kecakapan penting yang perlu dibatasi.

Berdasarkan Inna, tantangan utama perusahaan PR ialah perlu jitu mengelola ekspektasi klien bersama dengan memberikan Info yang jujur dan relevan. Ia terhitung berpendapat, sebaiknya perusahaan cuma mengambil alih pekerjaan yang mereka percaya sanggup tangani.

2. Bidang Resto

Dari sebuah penelitian di Amerika Serikat, 49% usaha resto bertahan setelah tiga tahun berjalan. Sementara 30 persen resto baru gagal terhadap tahun pertama bisnis. Sementara sisanya cuma bertahan sepanjang 2 sampai 3 tahun saja. Berdasarkan Kurt Knowles Jr, seorang pebisnis resto ternama di AS. Bisnis industri resto gagal karena dua elemen, ialah manajemen arus kas yang kacau dan kerjasama bersama dengan pihak lain yang tidak harus.

Untuk dilema arus kas, biaya makanan berfluktuasi masing-masing hari, karena itu susah meramalkan berapa pendapatan yang mungkin didapatkan dalam rentang panjang. Di samping itu, Knowles mencatat kegagalan penguasaha resto berjalan karena mereka tidak aktif berpartisipasi dalam pengelolaan arus kas usaha mereka. Berkaitan bersama dengan dilema kedua, Anda sebaiknya menjalin kerjasama yang baik bersama dengan vendor penyedia bahan baku yang bersedia untuk memberikan kelonggaran pembayaran membeli yang kerap berubah.

3. Bidang Pendidikan

Di luar negeri, umumnya usaha pendidikan dikelola oleh Negara. Tapi, di Indonesia, hampir seluruh lembaga pendidikan justru dikelola oleh swasta. Mulai dari kelas akademik, kelas musik, kelas ketrampilan, sampai kelas pekerjaan kerja. Karena banyak dimiiki swasta, {karenanya|sebab itu|karena itu|maka dari itu} biaya pendidikannya terhitung tidak murah

Melody Setevens, pendiri The Academy of Music plus Dance di AS menceritakan. Salah satu proses safe lakukan usaha di bidang pendidikan ialah bersama dengan tidak menjaga biaya pendidikan yang amat rendah dan tidak menggaji pendidik bersama dengan harga tinggi. Jikalau lakukan kedua hal selanjutnya tentu saja membuat keuntungan yang didapatkan menjadi tidak maksimal. Ada baiknya Anda merekrut mahasiswa yang tetap belajar atau baru lulus untuk dihasilkan pegawai. Tapi, lakukan seleksi ketat, karena usaha ini amat bergantung terhadap kecakapan si pendidik.

4. Bidang Manufaktur dan Ritel

Dari penelitian yang pernah dilaksanakan, 47% industri manufaktur dan ritel bertahan setelah empat tahun lakukan bisnisnya. Industri ini membawa ketahanan usaha yang hampir serupa bersama dengan bidang pendidikan. Emily Holdridge, pendiri Everything Happy, perusahaan retail perkakas si kecil populer di AS mengatakan, bahwa menjaga kerjasama yang baik bersama dengan orang-orang di industri manufaktur yang khusus bersama dengan bidang bisnisnya sudah membantunya menjaga perusahaan dalam sementara yang lama.

Holdridge mendapatkan fakta bahwa lebih dari satu kawan bisnisnya di industri yang sama, cenderung mengupayakan tawarkan seluruh macam barang kepada seluruh macam konsumen. Langkah ini menurutnya amat membahayakan karena membuat perusahaan menjadi tidak cukup modal dan tidak cukup dana. Mereka cenderung menggunakan banyak sementara dan banyak duit untuk mengoptimalkan produk baru yang kemudian cuma ditimbun saja. Meski belum tentu terjual dalam sementara kencang.

Holdridge berikan masukan bagi mereka yang baru lakukan usaha di bidang ini untuk lakukan pengerjaan khusus. Yaitu bersama dengan tawarkan macam produk yang sederhana, bersama dengan macam produk yang terhitung tidak berlebihan. Dengan proses ini, Anda sanggup membangun keyakinan diri, pengalaman, dan cadangan duit tunai yang memadai dikala butuhkan untuk membesarkan usaha di pengerjaan berikutnya.

5. Bidang Konstruksi

Berdasarkan sensus, 28% usaha di bidang konstruksi bertahan setelah 10 tahun berdiri. Berdasarkan Kelsey Ramsden, pemilik perusahaan kontruksi Belvedere Place Development. Sebagaimana pebisnis lain, hal terpenting yang perlu ditunaikan ialah mengelola arus kas masing-masing hari dan menjalin kerjasama yang baik bersama dengan vendor ataupun bank untuk menunjang kita melalui masa-masa krisis bisnis.

Saat pertama kali terjun di bidang properti, Kelsey mengaku lakukan kesalahan bersama dengan merundingkan harga termurah bersama dengan vendor. Suplier bahan bangunan rekanannya kemudian mengacuhkannya karena mengaku lebih idamkan kerjasama dua arah. Kelsey kemudian belajar dari kesalahan itu dan menggunakan sementara lebih banyak untuk membangun kerjasama yang lebih baik. Berdasarkan ia, perusahaan konstruksi perlu melukiskan mutu, dan service yang sanggup dipertanggungjawabkan, bukan harga yang tidak mahal saja.

Leave a comment