Walaupun eksterior BMW tidak begitu outstanding, interior Active Tourer serius bagus. Dashboard khas BMW hadir bersama dengan panel high gloss black dan bahan kulit bermutu tinggi. Memang, seluruh paduan bahan dan desain interior tersebut serius bagus, tapi kala kita mengamati ragam Luxury yang jadi unit test drive, sepertinya ragam Luxury bersama dengan paduan warna beige-black dan material yang lebih premium lebih cocok untuk hadir sebagai standar bagi mobil ini.
Bila pembeli yang diincar BMW adalah mereka yang meminta mobil keluarga Eropa bersama dengan nuansa sporty yang kental di interior, ragam Sport Line sebetulnya ideal, tapi bila meminta memenangkan lebih banyak pembeli lagi, tidak tersedia salahnya varian Luxury bersama dengan interior yang lebih mewah ini terhitung dipasarkan sah.
Diawali dari area pengemudi, setir bersama dengan tipe BMW hadir bersama dengan balutan kulit bersama dengan tombol-tombol untuk mengontrol cruise control, audio dan faedah telephone yang telah jadi standar. Kecuali lengkap, pengaturan tilt-telescopic membuatnya makin fleksibel kala dibatasi untuk menerima posisi mengemudi yang ideal.
Di sisi kiri area pengemudi BMW, tersedia tombol start-berhenti engine dan tombol untuk mematikan faedah auto start-berhenti yang bertugas mematikan mesin mobil kala berhenti prima dan menyalakannya ulang kala hendak terjadi agar mengkonsumsi BBM lebih irit, seperti Mazda 2 SkyActiv, Mitsubishi Delica dan MINI Cooper. Sementara di sisi kanannya, tersedia kenop putar untuk mengontrol lampu mobil, tombol fog lamp depan-belakang dan tombol untuk mengontrol brightness panel instrumen. Oh ya, dialek jahitan merah di dashboard dan jok kulitnya adalah standar bagi varian Sport Line ini.
Berlanjut ke bagian tengah, tersedia layar 6,5 inci bersama dengan tipe pop-up yang memiliki peralatan tidak cukup lebih seperti MINI Cooper. Kemampuannya adalah menonjolkan konten multimedia terhadap mobil, proses Connected Drive, Bluetooth, CD Audio, bahkan tersedia docking spesifik iPhone di konsol tengah. Fiturnya memenuhi ekspektasi kita dapat sebuah mobil keluarga dari BMW.
Sedikit beranjak ke bagian bawah BMW, tersedia kontrol AC otomatisnya yang memiliki dual zone climate control, jadi suhu kabin bagian kiri dan kanan mampu dibatasi berbeda. Di sini terhitung terkandung tombol untuk mematikan fitur stability control. Di lebih kurang tuas transmisi, tersedia tombol untuk mengaktifkan rem parkir elektrik, tapi tanpa faedah brake hold dan dikelilingi panel bersama dengan trimming high gloss black.
Selanjutnya MINI Cooper, mobil ini terhitung disempurnakan bersama dengan mode pengendaraan Sport, Mid dan Eco Pro yang mampu dipilih cocok keperluan, dan mampu dibatasi via tombol yang diposisikan di samping kiri tombol stability control. Mengamati, di belakang tuas transmisinya tersedia jog dan tombol pengatur proses navigasi dan multimedia seperti mobil-mobil BMW dan MINI terhadap lazimnya.
Untuk jok depan BMW, bagus pengemudi maupun penumpang telah mampu jok yang pembatasannya telah full elektrik. Mulai dari faedah sliding, reclining, height adjuster, lumbar adjuster, sepenuhnya elektrik, bahkan tersedia 2 memori yang mampu diterapkan untuk menyebabkan area duduk ini mengingat posisi ternyaman bagi pemiliknya hanya bersama dengan menekan satu tombol saja.
Ketika ke area pintu pengemudi BMW, bisa saja hadirnya tombol power window, pengaturan dan pelipatan spion elektrik, door lock dan speaker tentu telah patut, tapi tersedia detail unik di mana tombol pembuka pintu bagasi di letakkan di dekat kantung pintu depan, bukan nyempil di bawah kanan jok seperti mobil keluarga lain. Bukan sembarang tombol pembuka bagasi awam, tapi tombol ini dapat membuka pintu bagasi secara elektrik.
Lanjut ke kabin baris kedua, di mana BMW Active Tourer menonjolkan telah sebaik apa ia didesain sebagai mobil keluarga oleh BMW. Malahan kita mencoba duduk, kapasitas leg room mobil ini adalah keliru satu yang paling baik yang pernah diberi BMW. Kecuali dibandingkan bersama dengan X1 dan seri-3, Active Tourer ini tetap lebih bagus, mampu dibilang kelegaannya mampu menyamai BMW seri 5.
Kecuali lega, konfigurasi jok 40:20:40 BMW membuatnya praktis dan terhitung fleksibel, dan semenjak permulaan kabin belakangnya didesain untuk memuat 3 orang, jadi ia sebetulnya 5 seater murni, bukan 4+1 seater seperti MINI Cooper 5 Door. Akan tapi, perhatikanlah lantai kabin baris ke dua yang tidak rata, ia tetap memiliki tonjolan di sedang sebagai area untuk menyimpan rear axle untuk Active Tourer xDrive berpenggerak 4WD yang tidak masuk ke Indonesia.
Di sisi kiri dan kanan area bagasi BMW, tersedia tombol untuk melipat jok baris ke dua otomatis, tidak seperti mobil keluarga lain yang telah banyak berkeliaran, di mana pelipatannya tetap manual dan lumayan merepotkan. Malahan jok baris ke dua terlipat, area yang tercipta lumayan untuk mempunyai barang-barang elektronik atau furnitur tempat tinggal anda. Pintu bagasi elektriknya mampu diakses bersama dengan dua sistem. Pertama, dari tombol di pintu pengemudi untuk membuka dan tombol kecil di pintu bagasi untuk menutupnya, atau memanfaatkan tombol terhadap remote kuncinya. Sayangnya, sensor pembuka bagasi di bumper bawah yang aktif kala kita menjalankan kaki di lebih kurang sensor belum hadir sebagai standar, tapi bila anda mulai butuh, fitur ini mampu ditambahkan bersama dengan sedikit tarif tambahan.
BMW 218i Active Tourer ini memanfaatkan mesin yang mirip bersama dengan MINI Cooper, adalah mesin 1.500 cc 3 silinder bersama dengan double VANOS, Valvetronic dan TwinPower Turbo. Mesin ini mampu menciptakan kemampuan 136 hp dan torsi 220 Nm. Cukup besar kan angka torsinya? Dengan ini, BMW Active Tourer mampu berakselerasi 0-100 km/jam di dalam 9,2 detik saja, bersama dengan top speed 205 km/jam.
Kami bahkan melowongkan diri untuk merasakan bagaimana rasanya mengemudikan BMW pemrakarsa roda depan ini. Bila mengendarainya di lebih kurang area test drive, rasa berkendara khas BMW tetap mulai di mobil ini, walaupun ia bukan RWD seperti BMW terhadap lazimnya. Dengan settingan suspensi yang agak kaku, mobil ini terhitung stabil walaupun tidak sestabil sedan-sedan BMW. Setirnya terhitung lumayan responsif, body roll minim tapi tetap menyediakan kenyamanan bagi penumpang. Bagaimana bersama dengan gejala understeer khas mobil-mobil FWD? Kami belum sempat menguji poin ini, sebab area dan kala test drive lumayan terbatas.
Mesin BMW sebetulnya lumayan responsif, tapi tentu saja keok responsif dari MINI Cooper sebab ia lebih besar dan berat, tapi kala anda meminta sedikit jahil dan mencoba kemampuan mobil ini, tendangan kemampuan 136 hp dan torsi 220 Nm telah lebih dari lumayan untuk menyebabkan mobil keluarga ini berlari sedikit lebih cepat. Bila anda tetap meminta mengeksploitasi seluruh kesanggupan mobil ini, pindahkan saja ke mode Sport. Bila, mobil dapat mulai lebih galak, mesin jadi lebih agresif dan setir jadi sedikit lebih berat. Oh ya, jangan heran bila mobil ini memiliki banyak kemiripan bersama dengan MINI, sebab di bawah kulitnya, mobil ini berbasis dari MINI Countryman.
Para pecinta BMW sejati bisa saja tidak begitu menyimpan simpati terhadap 218i Active Tourer ini, tapi mobil ini mampu menarik orang-orang di luar para fanatik BMW untuk menuntaskan rasa penasaran “Bagaimana sih bila BMW bikin mobil keluarga?” sebagaimana kala orang-orang penasaran kala BMW mengeluarkan SUV mereka, X3 dan X5 untuk pertama kalinya dan tetap diminati sampai sekarang.
Bisakan BMW berlaga bersama dengan Mercedes-Benz di segmen MPV premium ini? Ya mampu saja, sebab BMW mengimbuhkan ciri khas agar tidak sama dari rivalnya. Bila B-Class tawarkan tipe yang konservatif, 218i Active Tourer Sport Line memiliki tipe sporty yang jarang kita dapatkan di sebuah MPV, bagus kelas premium maupun non-premium. Tinggal kita menyaksikan saja bagaimana kiprahnya di pasaran Indonesia, dan bila akhirnya bagus, bukan tidak bisa saja versi Gran Tourer 7 seater masuk ke Indonesia.